Page 60 - Binder MO 200 Oktober 2020 OK
P. 60
■ TOKOH PARLEMEN BERDEDIKASI
RIDWAN HISJAM
(Anggota Komisi VII DPR RI)
Perlu Ada Pembaharuan Mekanisme
Pembuatan UU di DPR
Naskah: Subhan H. Albari Foto: Sutanto
Mendengar nama emudian pada Pemilu 1999 yang bisa berbicara. Karena kami
Ridwan Hisjam tentu pasca reformasi, Ridwan memang ditugaskan untuk berbicara
menyuarakan aspirasi rakyat. Kalau
kembali terpilih sebagai
tidak asing lagi di K anggota DPR/MPR RI dari ada anggota DPR yang suka berbicara
sebagian kalangan Partai Golkar. Demikian juga pada di ruang publik, tampil di media, saya
kira itu bagus karena memang tugas
Pemilu 2004, Ia juga terpilih kembali
masyarakat Indonesia. sebagai anggota DPRD Jatim dari daerah mereka berbicara mewakili rakyatnya,
Terlebih di Jawa pemilihan Malang Raya, sekaligus Ketua bukan hanya sekadar D5 (Datang Duduk
Dengar Diam Duit) di dalam rapat dan
DPD Partai Golkar Jawa Timur sejak
Timur, politisi Partai tahun 2000. Tak berhenti di situ, Ridwan memberikan SETUJU," ujar Ridwan yang
Golkar ini bisa dibilang masih tetap eksis di panggung politik kini ditugaskan sebagai anggota Komisi
VII kepada Men's Obsession.
dengan terpilih sebagai anggota DPR/
sangat kawakan. Ia MPR RI pada Pemilu 2014, dan Pemilu RH panggilan akrab Ridwan
menjadi salah satu 2019 untuk Dapil yang sama. Ia hanya menegaskan, anggota DPR digaji
dari uang rakyat untuk menyuarakan
absen satu kali di Pemilu 2009 karena
politisi paling senior di waktu itu, Ridwan baru saja dicalonkan aspirasi masyarakat. Karena itu,
Golkar, demikian juga sebagai wakil gubernur Jatim pada jika ada anggota PARLEMEN yang
kritis, kerap menyuarakan kritikan
Pilkada 2008 berpasangan dengan
untuk masa jabatan Sutjipto Sekjen DPP PDI Perjuangan. kepada pemerintah, jangan dianggap
anggota DPR/MPR pria Dengan lima kali menjabat itu sebagai ancaman yang harus
kelahiran Surabaya 26 sebagai anggota PARLEMEN maka disingkirkan atau diamankan. Sebab,
bisa dikatakan Ridwan adalah politisi
tugas anggota PARLEMEN memang
Mei 1958 ini rupanya paling kawakan di Senayan, di tengah demikian, berbicara memberikan koreksi
telah menjabat sebagai banyaknya para politisi pendatang baru atas kebijakan pemerintah sebagai
fungsi Pengawasan DPR. Terlebih,
di Gedung Kura-Kura itu. Karenanya
anggota MPR RI utusan pengalaman, kinerja, dan skill politiknya anggota DPR itu punya hak imunitas.
Daerah Jatim sejak tak perlu diragukan lagi. Sebab, mustahil Artinya, dia berbicara dilindungi UU.
dia bisa terpilih sebagai anggota
Jadi, benar dan salah itu dikembalikan
Pemilu 1997, satu tahun PARLEMEN selama lima periode jika langsung kepada rakyat yang menilai.
sebelum era kejatuhan tidak bekerja untuk rakyat. Justru karena Jika anggota DPR terus berbicara
ngawur, tanpa data, provokator
kinerja dan dedikasinya menyuarakan
Presiden Soeharto. aspirasi masyarakat Jawa Timur, konsekuensinya, dia akan dihujat oleh
Saat itu, Ridwan Khususnya Malang Raya, Ridwan terus rakyat dan tidak akan dipilih kembali
dipercaya masyarakat untuk menjadi
pada pemilu berikutnya.
menjadi anggota MPR wakilnya di Senayan. Sebagai wakil rakyat "Kalau anggota DPR bicaranya
RI dari Fraksi KARYA Ridwan menyatakan tugas anggota ngawur sering salah, paling
Parlemen adalah bersuara/berbicara.
konsekuensinya dia tidak dipilih lagi.
PEMBANGUNAN (FKP). "PARLEMEN dari kata 'Parle' itu Nanti rakyat yang menilai, ohh... ternyata
kan artinya berbicara. Jadi, baiknya ini anggota DPR tukang ngibul. Tidak
anggota PARLEMEN adalah orang punya kompetensi, tidak punya kualitas,
60 |

