Page 55 - Binder MO 200 Oktober 2020 OK
P. 55
budayawan, rohaniawan, jenderal bahasa universal dan pemersatu yang secara positif dan negatif sebagai acuan
kepolisian, dosen, seniman murni, tidak mengenal batas wilayah. kebenaran. Namun, pada titik tertentu
hingga pelukis hobi. Chryshnanda menampilkan karya kita baru menyadari dalam setiap
Acho Karisma menyuguhkan berjudul “SDD”. Ia mengisahkan, di fenomena ada beragam soal lain yang
karya lukis berjudul “Hope”. Karya ini hari wafat Sapardi Djoko Damono, Tuhan hadirkan pada kita untuk berpikir.
memaparkan tentang kehidupan setelah melukis beberapa lukisan ia “Atas dasar itulah lukisan ini tercipta,
yang memiliki 2 sisi yang berpasang- istirahat siang hari, begitu terlelap ia di tengah kemacetan lalu lintas sehari-
pasangan, senang-sedih, atas-bawah, mendapat mimpi, Sapardi datang dan hari yang begitu menjengkelkan bagi
gelap-terang, laki-laki perempuan, dan berkata, “Mbok aku dilukis”. Ia sontak warga kelas menengah ke atas, justru hal
lainnya. Saat ini kita tengah mengalami gregah bangun dan melukis lagi. Dalam ini merupakan berkah bagi warga kelas
masa-masa sulit karena pandemi di waktu 15 menit saja lukisan pujangga bawah karena dia justru bisa mengais
mana semua sektor terkena dampaknya. berkebangsaan Indonesia terkemuka rezeki atas itu,” terangnya.
Perputaran ekonomi dan kegiatan tersebut selesai. I Gusti Nengah Sura Ardana
lainnya pun menjadi terganggu. Namun, Guru Ramdani melalui karya menyuguhkan lukisan berjudul
pada akhirnya semua akan berakhir lukisnya yang berjudul “Mengais Rezeki” “Guratan Makna Series”. Guratan wajah
karena harapan itu selalu ada. menyampaikan, ada kalanya dalam tua dalam bingkai rapuh terinspirasi
Ahmad Ridwan menampilkan lukisan hidup kita selalu melihat masalah oleh fenomena kehidupan sosial
berjudul “Lauk Daun”. Melalui karyanya
ia berkisah Covid-19 telah menghambat
perekonomian beberapa negara, Asia
maupun Eropa. Yang berimbas akan
perekonomian negara akibat dari
lockdown. Pendapatan menurun secara
signifikan, baik pemerintah maupun
masyarakat dengan berbagai cara
mengantisipasi agar roda ekonomi
tetap berputar. Namun, sikon syarat
efek lockdown mereka siasati dengan
guyonan Lauk Daun, hidup tetap
berlanjut optimis dan usaha harus jalan
terus walaupun stay at home.
Marsma (Purn) Akbar Linggaprana
mempersembahkan karya berjudul
“Sound of Borobudur”. “Di relief
Borobudur, sedikitnya bisa kita temukan
45 jenis alat musik, meliputi 34 provinsi
di Indonesia dan 40-an negara di seluruh
Indonesia,” tuturnya. Berdasarkan
relief Candi Borobudur, sambung
Lingga, bangsa ini sudah menemukan
komposisi, aransemen, dan unsur
musikal modern pada abad ke-8.
Gambar unsur musikal dan musisi
bisa kita lihat pada relief Borobudur pada
bagian panel relief Karmawibhangga
yang tergambar dengan jelas beberapa
orang musisi tengah memainkan alat
musik yang khas. Alat musik tersebut
merupakan alat musik yang langka.
Namun, meski sudah berselang 13 abad,
banyak yang masih dipakai sampai hari
ini, baik di Indonesia maupun di dunia.
Hal ini menunjukkan musik merupakan
| 55

