Page 53 - Binder MO 200 Oktober 2020 OK
P. 53
dan inovasi. Lebih dari itu, ini adalah jalan
untuk mengangkat literasi,” terangnya.
Alih wahana sastra ke dalam bentuk
sandiwara audio siniar ini dapat disimak
mulai 8 Juli 2020 pukul 17.00 WIB di mana
setiap hari Rabu akan ada episode baru
melalui podcast audio @budayakita.
Diperankan oleh aktor- aktor terkemuka
Indonesia, sandiwara audio yang masing-
masing berdurasi 30 menit ini nantinya
juga akan disiarkan melalui Radio
Republik Indonesia (RRI) agar dapat
menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Saya mengajak seluruh pelajar dan
mahasiswa kembali menghidupkan
dan mengenal karya sastra terbaik
Indonesia melalui Sandiwara Sastra,” kata
Mendikbud Nadiem.
Sandiwara Sastra diproduseri oleh
Happy Salma dari Titimangsa Foundation
dan Yulia Evina Bhara dari KawanKawan
Media. Sutradara Gunawan Maryanto
mengarahkan para aktor dan aktris
lintas generasi dari jarak jauh, lintas kota,
bahkan negara.
Terdapat total 27 figur publik yang
terlibat dalam program. Nama-nama itu
ialah Christine Hakim, Arswendy Bening
Swara, Lukman Sardi, Maudy Koesnaedi,
Marsha Timothy, Vino G Bastian, Nicholas
Saputra, Reza Rahadian, Najwa Shihab,
Iqbaal Ramadhan, Jefri Nichol, Chelsea
Islan, Pevita Pearce, dan masih banyak
lagi. Sejauh ini, tim telah merampungkan
alih wahana dari sepuluh karya sastra
yang siap mengudara. Setiap pekan,
satu episode berdurasi 30 menit bisa
didengarkan oleh penikmat seni.
Produksi karya yang telah selesai,
yaitu adaptasi novel Ronggeng Dukuh
Paruk (Ahmad Tohari), novel Helen dan
Sukanta (Pidi Baiq), serta novel Lalita (Ayu
Utami). Adaptasi lain termasuk cerpen
“Berita dari Kebayoran” (Pramoedya
Ananta Toer), cerpen “Kemerdekaan”
(Putu Wijaya), cerpen “Mencari Herman”
(Dewi Lestari), cerpen Seribu Kunang-
kunang di Manhattan (Umar Kayam),
cerpen Persekot (Eka Kurniawan),
novel Layar Terkembang (Sutan Takdir
Alisjahbana), dan novel Orang-orang
Oetimu (Felix K. Nesi). n
| 53

