Page 65 - Binder WO 069
P. 65
studi kohort retrospektif multisenter ini, 28% dari 817
pasien lansia dengan infeksi Covid-19 mengalami
delirium saat tiba di UGD.
Ciri-ciri Delirium terdiri dari beberapa aspek.
Pertama kurangnya kesadaran lingkungan yang dapat
mengakibatkan ketidakmampuan untuk tetap fokus
pada suatu topik atau untuk beralih topik dan terjebak
pada suatu topik daripada menanggapi pertanyaan
atau percakapan. Mudah teralihkan oleh hal-hal yang
tidak penting, menjadi penyendiri dengan sedikit
aktivitas atau respons terhadap lingkungan.
Kedua, keterampilan berpikir yang buruk
(gangguan kognitif), seperti memori yang terganggu,
terutama tentang kejadian baru-baru ini. Disorientasi,
misalnya tidak tahu di mana dia berada atau siapa
dirinya. Kesulitan berbicara atau mengingat kata-kata,
menceracau, berbicara bertele-tele atau tidak masuk
akal, kesulitan memahami ucapan maupun gangguan
membaca atau menulis.
Ketiga, perubahan perilaku seperti berhalusinasi,
Delirium Disebut sebagai gelisah, agitasi atau perilaku agresif, menjadi pendiam
dan menarik diri. Terutama pada orang dewasa yang
gejala baru CoviD-19. apa
lebih tua, gerakan melambat atau lesu, kebiasaan tidur
sajakah tanDa-tanDanya? terganggu, gangguan siklus tidur, dan lainnya.
Terakhir yang menjadi tanda adalah gangguan
emosional yang mungkin terjadi, seperti kecemasan,
ketakutan atau paranoia, depresi, mudah tersinggung,
apatis, pergeseran suasana hati yang cepat dan tidak
terduga, serta banyak lagi lainnya.
Delirium dapat terjadi pada pasien yang
terinfeksi Covid-19 yang disebabkan oleh berbagai
sebab. Antara lain infeksi langsung ke jaringan otak,
inflamasi (peradangan) jaringan parenkim otak,
Delirium juga ditemukan pada pasien Covid-19, ensefalopati akibat toksin karena proses perjalanan
khususnya lansia. Sebuah studi yang diterbitkan penyakit Covid-19, gagal napas yang menyebabkan
di JAMA Network Open/Emergency Medicine otak kekurangan oksigen berat, infeksi berat yang
mendukung bukti bahwa lansia yang dirawat di memengaruhi organ-organ vital, dan hiperkoagulasi
unit gawat darurat dan didiagnosis positif Covid-19, atau pengentalan darah yang hebat. Sehingga
menunjukkan gejala delirium ketika mereka tidak mengganggu aliran darah ke otak. Gejala delirium
memunculkan gejala khas Covid-19 lainnya, seperti sering berfluktuasi sepanjang hari, dan mungkin ada
demam dan batuk. periode tanpa gejala. Kemudian cenderung menjadi
Dalam penelitian tersebut, delirium ditemukan lebih buruk pada malam hari saat gelap dan segala
pada pasien Covid-19 yang sudah lanjut usia. Dalam sesuatu tampak kurang familiar.
| 65

