Page 40 - Binder MO 208
P. 40
■ COVER STORY
i suatu siang yang cerah, mengalir seru tanpa hambatan dengan Berbagai perkara besar ditanganinya
Henry Yoso menyambut sang family man bersama putra- dengan sukses. Pria kelahiran Krui,
ramah tim Men’s putrinya ini. Pesisir Barat, 1 April 1954 ini memang
D Obsession di kediamannya Berbicara tentang sosok Henry amat identik dengan dunia hukum
yang teduh, hijau, dan luas. Sosok pria Yosodiningrat tentu tak lepas dari sepak yang digelutinya berpuluh tahun.
berkepribadian hangat ini masih tampak terjangnya di bidang hukum. Kariernya Kariernya tersebut juga membawanya
aktif dan bugar bertenaga karena masih dimulai pada tahun 1980-an sejak melenggang ke Senayan sebagai
gemar berolahraga. Tak butuh waktu menamatkan pendidikan S1 di Fakultas anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan
lama, sesi pemotretan dan wawancara Hukum Universitas Islam Indonesia (UII). dari Daerah Pemilihan Lampung II pada
periode 2014-2019.
Selama menjadi anggota DPR RI,
ia nyaris tidak pernah diberitakan soal
korupsi, apalagi terseret kasus-kasus
penyelewengan uang negara, suap,
hingga KKN. Prinsipnya adalah haram
untuk menerima dan menikmati
selain gaji dan tunjangan sebagai wakil
rakyat. Advokat tersohor negeri ini pun
bertekad memanfaatkan sisa usia untuk
mengabdi kepada Tanah Air. Seperti
menyelamatkan generasi bangsa dari
kejahatan narkotika dengan menjadi
Ketua Umum Gerakan Nasional Anti
Narkotika (GRANAT), hingga mencetak
advokat-advokat muda yang berkualitas
dan berkarakter melalui firma hukum
yang dibidaninya, yaitu Law Firm
Henry Yosodiningrat & Partners, demi
terwujudnya penegakan hukum yang
profesional dan bermartabat.
Itulah Henry Yoso, sosok yang selama
lebih dari 38 tahun malang melintang
menjadi advokat, kemudian mengabdi
di masyarakat sebagai pendiri dan Ketua
Umum Granat membantu pemerintah
memberantas narkoba. Satu hal yang
menarik dari pria berpembawaan ramah
ini adalah meskipun sudah mencapai
titik karier tertinggi, Henry tetap tidak
melupakan untuk menuntut ilmu hingga
jenjang doktor, bahkan mendapatkan
predikat sangat memuaskan.
Pada bulan Oktober 2019 lalu, ia
berhasil meraih gelar Doktor Ilmu
Hukum dari Universitas Trisakti. Dalam
disertasinya, Henry berkesimpulan politik
hukum pencegahan korupsi di Indonesia
belum mengarah sebagai wadah
penampung aspirasi masyarakat ke arah
penguatan norma pencegahan dalam
peraturan perundang-undangan. Adapun
norma pencegahan yang terdapat dalam
peraturan perundang-undangan yang
40 |

