Page 45 - Binder MO 208
P. 45
menekankan kepada mereka, agar jujur
dalam profesi serta menjadi advokat
yang bermartabat, bersahabat dengan
sesama advokat maupun dengan mitra
penegak hukum lainnya, serta kepada
semua orang. Saya mengingatkan pula
agar tidak menawarkan diri atau hunting
klien, tidak memberikan ‘angin surga’
apalagi memberikan janji kepada klien
bahwa perkaranya pasti menang atau
janji-janji lain yang dapat membuat
calon klien menjadi tertarik. Satu hal
yang betul-betul saya garis bawahi
adalah tidak memberikan suap dalam
menangani perkara. Bahkan saya ajarkan
pula agar mereka tidak menerima uang
dari klien yang akan diberikan kepada
pihak lain sebagai suap.
Kepada anak-anak, saya lebih
fokus pada memberikan keteladanan. adalah agar dalam menjalankan tugas terkadang dalam kecewa saya marah.
Karena menurut saya satu keteladanan profesi harus secara profesional dan
masih akan lebih baik daripada seribu berkeadilan. Saya berharap agar kelak Apa saja yang masih perlu
wejangan. Kedua putra saya sudah mereka menjadi advokat yang jujur, ditingkatkan?
melekat dengan pekerjaan profesi. profesional, juga bermartabat. Saya Saya berpendapat bahwa sebaik-baiknya
Setiap hari kami di kantor menangani juga mengatakan kepada mereka, peraturan perundang-undangan
perkara bersama, sidang-sidang di “Papa sekarang mengajari bukan dan berbagai regulasi lainnya, tidak
pengadilan mana pun hingga ke luar lagi soal ilmu hukum, karena kalian menjamin akan terjadi penegakan
kota juga kami lakukan bersama-sama. sudah mempelajarinya. Tetapi untuk hukum untuk memperoleh keadilan
Saya memberikan contoh kepada menambah ilmu, papa bisa mengajarkan yang baik dan bermartabat apabila
mereka tentang bekerja keras dalam bagaimana caranya menjadi advokat dilakukan oleh penegak hukum yang
hal totalitas dan pengabdian pekerjaan yang jujur juga bermartabat sehingga tidak bermartabat. Demikian sebaliknya,
secara profesional. Jadi adakalanya kita disenangi dan disayangi baik oleh saya memilih peraturan perundang-
misalnya hari Senin sidang di Medan, kawan maupun ‘lawan’.” Dalam dunia undangan dan berbagai regulasi dengan
Selasa sidang di Ambon, dan seterusnya. advokat memang terkadang kita segala kekurangannya, tapi mampu
Saya bisa melihat mereka bekerja keras memasuki wilayah yang ‘keras’, sehingga dilaksanakan oleh orang-orang yang
walaupun tampak kelelahan. Saya kita pada waktunya harus ditakuti, tidak bermartabat.
katakan, beginilah cara bekerja, kita cukup disegani. Maka jadilah laki-laki Namun demikian saya percaya
harus terus mengabdi. Tiga hal yang sejati. Itulah yang saya sampaikan. masih banyak hakim, jaksa, polisi, dan
perlu dipegang selalu, yaitu jujur, ikhlas, instansi terkait yang jujur, walaupun
dan berani lelah. Karena saya juga sering Di luar itu, bagaimana Bapak melihat masih banyak oknum yang kurang
menyampaikan, lelahmu itu adalah penegakkan hukum nasional saat ini? berintegritas. Adapun yang dapat saya
bagian dari ibadahmu. Secara umum saya melihat penegakan sampaikan, janganlah memberikan
hukum di Indonesia saat ini masih keluarga rezeki dari hal yang tidak
Apa yang selalu Bapak pesankan sering terjadi ketidakadilan, yaitu masih baik. Jangan pula mengambil hak
kepada putra-putri dalam menjalankan banyak terjadi transaksi baik dalam orang lain. Oleh karenanya, kita perlu
tugas sebagai advokat? proses perdata ataupun pidana, baik di meningkatkan integritas moral dari
Pesan yang selalu saya katakan kepada peradilan umum maupun peradilan tata para penegak hukum dan semua pihak
anak-anak saya dalam bertugas, selain usaha negara dan peradilan lainnya. Itu terkait dengan pemberian keadilan yang
seperti yang saya sampaikan tadi yang menjadi kegusaran saya, sehingga merupakan hak dasar setiap orang. ■
| 45

