Page 81 - Binder WO 090 REVISI_opt
P. 81

dinding dalam goa di Desa Liangkobori, Kecamatan   diputuskan agar layangan bisa terbang dengan bebas.
                  Lohia, Muna. Menurut kepercayaan masyarakat     Setelah vakum selama tujuh tahun, Festival Kaghati
                  setempat, Kaghati akan menjelma sebagai payung   Kalope akhirnya Kembali dihelat pada tahun 2022
                  yang meneduhkan pemiliknya dari sinar matahari   ini. Berlangsung pada 22-25 Juli 2022 di Desa Liang
                  setelah dia meninggal dunia. Sang empunya kaghati   Kabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, berbagai
                  akan berjalan di bawahnya dan terhindar dari    acara menarik akan ditampilkan. Selain menikmati
                  sengatan matahari.                              pemandangan langit yang dihiasi kaghati, ada pula
                     Kaghati sendiri merupakan layang-layang yang   tarian kolosal kaghati sarat makna, hingga berbagai
                  terbuat dari daun Kolope atau umbi hutan. Dibuat   kuliner khas Pulau Muna yang juga siap memanjakan
                  dengan cara tradisional, daun yang akan dijadikan   lidah para wisatawan. Tidak hanya itu, berbagai
                  kahgati diolah secara alami hingga menjadi tahan   karnaval busana tradisional, termasuk Karnaval Tenun
                  air. Sementara, bahan-bahan lain yang digunakan   Masalili pun dapat disaksikan.
                  untuk membuat layangan yang satu ini adalah bambu   Tenun Masalili merupakan kain tenun khas Muna
                  sebagai rangka dan serat nanas hutan yang telah   yang dibuat dengan menggunakan teknik sobi dan
                  dipintal menjadi tali.                          memakai bahan pewarna alami, seperti daun mangga,
                     Tidak hanya tahan air, kaghati juga mampu    kulit mahoni, hingga kayu secang. Kain tenun yang
                  bertahan melayang di atas langit selama berhari-hari.   identik dengan warna cerah ini telah ada sejak zaman
                  Oleh sebab itu, selama festival berlangsung antara   Kerajaan Muna. Kala itu, kain terbuat dari kulit kayu
                  empat hingga tujuh hari, umumnya kaghati tidak   dan pohon kapas yang dipintal menjadi benang. Telah
                  akan diturunkan sampai acara berakhir. Bahkan,   ada sejak masa kerajaan, kain ini juga menunjukkan
                  ketika festival selesai, tali layang-layang ini akan   status sosial seseorang dari motif yang digunakan.































 80   |                                                                                                                    |  81
   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86