Page 71 - Binder WO 090 REVISI_opt
P. 71
membawanya ke Belanda berserta seluruh keluarga
untuk berlabuh di Tanah Air kedua. “Dua teritori ini
memperkaya penjelajahan ‘pancaindra keenam saya’,
yang kemudian saya memilih karya-karya fotografi
untuk mengeksplorasi dan berpihak pada eksistensi
manusia-manusia di jalanan. Ternyata jalanan memberi
kekuatan dan makna untuk saya lebih mengeruk
kedalaman nalar dan batin, tentang pengertian street
photography secara lebih intim,” tambahnya.
Objek-objeknya manusia yang istimewa, meskipun
mereka bisa jadi terlihat rapuh, tak berdaya, berpura-
pura, muram dalam hitam-putih atau berbinar warna
merayakan sesuatu sesaat. Karya-karya tersebut
menjumput atmosfer perayaan di kota Amsterdam,
jalanan gelap di Denhaag, atau sosok-sosok di selebrasi
Grebeg Sudiro di Solo, maupun suasana ‘tenggelamnya’
bocah-bocah di Kemang. Instalasi seni itu membalut
koleksi foto jalan jepretan Andri yang cukup beragam.
Mulai dari suasana banjir, bangunan antik, orang-orang
berpenampilan modis, hingga seorang pekerja di
jalanan negara Eropa. Pada dinding spot pameran juga
dipasang kaos dengan foto bernuansa cahaya keemasan
dan langit biru khas kawasan sub-tropis. Semua yang
keenam, sementara fotografi merupakan totalitas dia rekam memaparkan kehidupan manusia apa adanya,
dunia seninya untuk memahami begitu banyak tanpa sentuhan rekayasa dan memberikan pemahaman
lanskap realitas tentang manusia. Dia dibesarkan sesungguhnya perjalanan kehidupan manusia yang
di Tanah Air tercinta, Indonesia, sementara takdir sarat pelajaran berharga.
70 | | 71

