Page 68 - Binder WO 090 REVISI_opt
P. 68
ART
TALK
SENANDUNG
DI UJUNG
REVOLUSI Naskah: Indah Kurniasih
Foto: Fikar Azmy
“MUSIK
TIDAK BISA
DIBERANGUS
DALAM KOTAK-
KOTAK BARAT
DAN TIMUR.”
enampilkan monolog bertajuk Kemendikbudristek. Pertunjukan ini menjadi bagian
‘Ismail Marzuki: Senandung di dari seri ‘Di Tepi Sejarah’ yang merupakan monolog
Ujung Revolusi’, Titimangsa kali tentang tokoh-tokoh di tepian sejarah yang nama-
M ini menggandeng KawanKawan namanya sering kali tersisih dalam catatan besar.
Media dan Direktorat Perfilman, Musik dan Media Nama lain yang juga ada di seri ini adalah Sjafruddin
Prawiranegara, Kassian Chepas, Gomloh, maupun
Emiria Soenassa.
Happy Salma sebagai pendiri Titimangsa
mengatakan, “Ada banyak sekali tokoh yang perlu
kita saksikan pergulatan dan perjuangannya. Serial
monolog Di Tepi Sejarah merupakan salah satu upaya
melawan hoax, karena memberikan ruang kepada kita
untuk menyerap dan memahami berbagai peristiwa
sehingga nalar kita pun terasah.”
Diperankan Lukman Sardi, lakon ini mengisahkan
68 | | 69

