Page 72 - Binder WO 069
P. 72

Art
               tAlk







               Budaya NTT dan Aceh




               di senandunG leah





                                Naskah: Indah Kurniasih Foto: Istimewa

                                           aleri Indonesia Kaya bersama Garin
                                           Nugroho kembali hadir dengan
                                           #PentasDaringRuangKreatif. Kali ini,
                                G keduanya menampilkan karya-karya
                                dari 14 kelompok terpilih Program Ruang Kreatif:
                                Seni Pertunjukan 2019. Bertujuan menghibur para
                                pencinta seni di Indonesia, pementasan ini berjudul
                                SEMESTA LEAH: Menuju Timur oleh Gabriela Fernandez
                                Project. Pertunjukannya sendiri dapat disaksikan
                                di website www.indonesiakaya.com dan akun
                                YouTube Indonesiakaya. Kelompok asal Yogyakarta ini
                                menghadirkan kebudayaan Nusa Tenggara Timur melalui
                                pertunjukan yang memadukan musik dan teater.
                                   Semesta Leah menceritakan tentang kesedihan,
                                ketakutan, dan keberanian untuk melepas dan
                                bangkit. Disampaikan melalui lagu-lagu yang
                                dinyanyikan, pertunjukan juga menceritakan proses
                                pencarian akan makna kata ‘rumah’, hingga perjalanan
                                menemukan kedamaian. Tampil tidak biasa, keindahan
                                senandungnya juga berbalut simbol-simbol, seperti
                                ritual, tutur, tenun, tari, serta visual dari Nusa Tenggara
                                Timur. Kisah Leah dituangkan dalam lima buah lagu
                                sederhana, namun personal seperti Tapi di Manakah,
                                Aman?; A Stranger In The Flock; Palung Pulang; On a   musik didong. Lakon ini mengisahkan tentang Nyak
                                Sailboat Beneath The Sky; Dan Bangkit, serta beberapa   Ubied representasi perempuan Aceh yang terbilang
                                lagu dan ritmis daerah Lamaholot, NTT.          pendiam, tidak banyak bicara, terpinggirkan,
                                   Tidak hanya menyaksikan penampilan musik dari   termarjinalkan, bahkan terkorbankan. Dia telah
                                Gabriela Fernandez Project, ada pula pertunjukan   berhasil melewati perang yang merenggut suami dan
                                Rumah Seribu Lubang karya Teater Siklus Medan   anaknya. Sayangnya, Nyak Ubied tidak pernah mampu
                                yang berasal dari kota Medan yang tayang satu hari   melawan kezaliman demi kezaliman yang menderanya.
                                berikutnya. Pementasan teater ini mengangkat kisah   Dia hanya mampu berdoa hingga satu hari, peluru
                                seorang perempuan Aceh yang mampu bertahan      bersarang ke tubuhnya. Merenggut hal terakhir yang
                                dalam keadaan konflik yang berlatar belakang di Aceh   dimiliki. Kisah ini ditutup dengan epilog tarian Guel
                                Gayo tahun 1990-2002.                           Aceh Gayo.
                                   Sebelum memulai kisah Rumah Seribu Lubang,      “Suatu kesempatan yang berharga bagi kelompok
                                disampaikan prolog yang dibacakan dengan iringan   Teater Siklus Medan untuk dapat terpilih menjadi




               72   |
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77