Page 53 - Binder WO 069
P. 53
agUS SUSanTo
DirEkTUr UTama bPJamSoSTEk
AKSELERASI
TRANSFORMASI DIGITAL
Naskah: Gia Putri Foto: Sutanto/Dok. Humas BPJAMSOSTEK
Di bawah komanDonya, bPJamSoSTEk Tak hEnTi bEraDaPTaSi
DEngan PErkEmbangan TErkini.
aat ini dunia termasuk Indonesia tengah pekerja dalam mengakses layanan BPJAMSOSTEK. Di
didera duka. Pasalnya, pandemi Covid-19 bawah komandonya, BPJAMSOSTEK juga tak henti
belum juga sirna, segala aspek pun terkena beradaptasi dengan perkembangan terkini. Akselerasi
S dampaknya. Kendati demikian, Agus transformasi digital pun dilakoni. Mulai dari sistem
Susanto, sebagai direktur utama BPJAMSOSTEK (BPJS administrasi kepesertaan, pengajuan klaim, hingga
Ketenagakerjaan), tak ingin berdiam diri. Beserta aplikasi mobile yang mendukung berbagai fitur
jajarannya dia berperan aktif membantu pemerintah tambahan untuk memenuhi kebutuhan peserta.
mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi Termasuk sistem yang digunakan protokol Lapak
Covid-19. Beragam Inovasi dilakukan. “Kalau kita Asik. Agus ingin BPJAMSOSTEK selalu melampaui
melihat kondisi saat ini, tampaknya pandemi Covid-19 ekspektasi peserta dalam memberikan layanan. Jika
akan cukup lama dan kita harus hidup berdampingan, peserta menemui kendala dalam mengajukan aplikasi
salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan melalui Lapak Asik Online, dapat langsung mendatangi
menjaga jarak,” ungkap Agus saat ditemui di Kantor kantor cabang terdekat. Pelayanan di kantor cabang
Pusat BPJAMSOSTEK, Jakarta, belum lama ini. juga dilakukan secara digital di lokasi kantor cabang
Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala (on-site service). Salah satu upaya BPJAMSOSTEK dalam
Besar (PSBB) oleh pemerintah, BPJAMSOSTEK langsung memecah antrean dan mempercepat pelayanan
membenahi pelayanan, agar terus beroperasi melayani adalah dengan menggunakan metode pelayanan One
peserta dengan tetap patuh pada aturan PSBB. Yakni to Many. Metode Layanan ini merupakan terobosan
dengan menginisiasi protokol Lapak Asik (Layanan baru BPJAMSOSTEK dengan memanfaatkan teknologi
tanpa Kontak Fisik). “Namun, harus tetap menjaga video conferencing, sehingga memungkinkan satu
kesehatan dan keselamatan peserta termasuk orang petugas customer service melayani sampai enam
pegawai,” tegasnya. orang sekaligus pada waktu yang bersamaan.
Protokol Lapak Asik ini, sambung pria berdarah Jawa Sejak diterapkannya protokol Lapak Asik dan
tersebut, terbukti mampu mempermudah masyarakat layanan One to Many, BPJAMSOSTEK mengonfirmasi
| 53

