Page 89 - Binder MO 200 Oktober 2020 OK
P. 89

1. Lamno, Aceh
                  Di Aceh Jaya, ada sebuah desa yang penduduknya bermata
                  biru. Nama desa tersebut adalah Lamno. Penduduk di sini
                  memiliki ciri fisik yang mirip dengan bangsa Eropa. Ada dua
                  versi cerita yang mengungkapkan tentang asal-usul dari Bulek
                  Lamno ini. Versi pertama mengatakan, keturunan bermata
                  biru ini berasal dari penjajahan bangsa Portugis di Aceh pada
                  awal abad ke-16. Saat bangsa itu akan mencari rempah ke
                  Indonesia, mereka masuk ke Aceh dan akhirnya menetap di
                  sana. Beberapa pria dari pasukan itu menikah dengan gadis
                  Aceh dan akhirnya menghasilkan keturunan dengan mata
                  biru kecokelatan yang indah.                                Fenomena gadis dengan mata biru dan berambut pirang
                     Sementara versi kedua menjelaskan, keturunan mata biru   di Aceh sangatlah menarik. Banyak yang bilang kalau muslim
                  yang disebut Bulek Lamno ini dimulai ketika kapal perang   dengan mata biru itu sungguh cantik. Mereka tidak hanya
                  Portugis terdampar di Aceh. Kala itu Raja Daya menangkapi   memiliki kelebihan fisiknya saja, tapi juga memiliki kebaikan
                  siapa saja yang masih hidup. Jika mereka ingin ditolong maka   akhlak yang membuat banyak orang ingin menikahinya.
                  harus masuk Islam, tetapi jika menolak dipersilakan kembali
                  ke lautan. Dari sini para pria dari Portugis menikah dan   2. Pulau Simpou, Sulawesi Tenggara
                  menghasilkan banyak keturunan.                           Keberadaan penduduk bermata biru ini pertama kali
                     Sebagian besar penduduk dengan ciri-ciri bermata coklat   ditemukan oleh peneliti La Ode Yusrie di Pulau Simpou,
                  kebiruan, kulit putih, dam rambut pirang ada di Kecamatan   Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.
                  Lamno. Mereka tersebar di beberapa desa yang dahulu pernah   Yusrie sempat mewawancarai salah satu penduduk
                  masuk ke dalam kawasan kerajaan Daya, seperti Ujong Muloh,   untuk menanyakan dari mana asal muasal mata biru mereka.
                  Kuala Daya, Gle Jong, Lambeso, dan Teumarem. Desa-desa   Ternyata, dahulu Pulau Simpou merupakan salah satu tempat
                  ini terletak di pesisir barat Aceh dan berhadapan langsung   singgah pelaut Portugis.
                  dengan Samudra Hindia.                                      Yusrie juga bertemu dengan La Dala yang bermata biru,
                     Saat Aceh diterjang tsunami beberapa tahun silam, banyak   salah satu keturunan bangsa Portugis yang pada masa lampau
                  dari Bulek Lamno ini yang akhirnya pindah ke berbagai    singgah di Buton saat melakukan perjalanan ke Maluku. Hal
                  tempat. Rata-rata mereka memilih tinggal di kota yang mudah   tersebut dibuktikan dari nama La Dala, yang dalam bahasa
                  diakses dan mau menerima keunikan dari fisik yang kadang   setempat berarti orang berjalan, sebutan penduduk setempat
                  bagi beberapa warga Aceh dianggap aneh dan tidak sama    untuk pelaut Portugis pada zaman dahulu.
                  dengan warga lokal.                                         Yusrie mengungkapkan, hanya tersisa 10 orang yang
                                                                           memiliki mata biru di sana, termasuk Dala dan putrinya.
                  Hampir Punah                                             Sementara sisanya, memiliki perawakan mirip orang Eropa,
                  Namun naas, saat bencana tsunami datang beberapa tahun   tetapi tidak memiliki mata berwarna biru.
                  yang lalu, banyak dari warga keturunan ini yang hilang dan
                  meninggal dunia. Bahkan, tidak lebih dari 40 persen sisa   3. Lingon, Maluku
                  warga keturunan Portugis ini yang berhasil bertahan hidup.   Beberapa sumber menjelaskan, banyak orang dari Suku
                  Akhirnya mereka memilih pergi dari kampung halaman       Lingon yang bermata biru dan berkulit putih. Namun,
                  tempat mereka tinggal dan memilih pergi ke daerah lain   keberadaannya masih menjadi misteri lantaran suku ini di
                  dengan komunitas kecil yang mereka bentuk.               pedalaman Halmahera, Maluku.
                     Bulek Lamno juga dikenal kerap menutup diri dengan       Berdasarkan cerita rakyat yang beredar, asal usul mata
                  dunia luar. Mereka lebih suka hidup dengan sederhana dan   biru di sana adalah ketika ada kapal dari daratan Eropa karam
                  tidak terlibat banyak dengan penduduk lokal Aceh. Entah apa   di Halmahera. Banyak penumpang kapal yang selamat dan
                  alasannya, mereka lebih suka bergaul dengan orang yang   terdampar di pulau ini.
                  memiliki keadaan fisik yang sama.                           Alhasil, karena mereka tidak bisa pulang ke negara asalnya,
                                                                           mereka membangun pemukiman di dalam hutan Halmahera
                  Menjadi Magnet Bagi Pemuda Aceh                          timur. Lantaran sudah banyaknya suku yang bertempat di
                  Kecantikan dan juga kemolekan dari gadis keturunan dari   hutan Halmahera, sempat terjadi konflik antara suku asli sana
                  Portugis ini tentu menjadi magnet bagi banyak orang di sana.   dengan orang Eropa yang kapalnya karam.
                  Beberapa pemuda yang belum menikah bahkan sengaja           Tidak tersedianya senjata, membuat orang Eropa pun
                  memilih tinggal di sekitar perkampungan dari Bulek Lamno.   kalah dan memulai menjalani hidup berdampingan dengan
                  Mereka akan mencari gadis-gadis yang siap nikah untuk    orang suku di sana. Mereka mulai mengikuti tradisi-tradisi
                  dipinang sampai dapat.                                   setempat. n



                                                                                                                            |  89
   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94