Page 93 - Binder MO 200 Oktober 2020 OK
P. 93
PELANGI CINTA
Naskah: Gia Putri Foto: Creathink Publicist
elanjutkan suksesnya kolaborasi dengan Dian penyemangat pada masa-masa seperti ini. Tidak hanya dari
Sastrowardoyo pada single sebelumnya “Serenata segi musik, hal menarik pada rilisan kali ini juga terdapat pada
Jiwa Lara”, kolektif musik Diskoria yang dikenal kolaborasi dalam penggarapan video klip. Diskoria dan Afifah
M lewat penampilan duo DJ, Merdi Leonardo Yusuf, memercayakan legenda musik Indonesia, Fariz Roestam
dan Fadli Aat, kembali merilis sebuah karya kolaborasi. Kali ini, Munaf untuk menunjukkan sisi lain kreativitasnya.
Diskoria berkolaborasi dengan Afifah Yusuf, seorang solois muda Mereka melihat sosok Fariz Roestam Munaf sebagai
yang merupakan putri dari Hetty Koes Endang. Diskoria dan seniman, yang selama ini karyanya didengar dalam bentuk
Afifah Yusuf, mendaur ulang sebuah lagu berjudul “Pelangi Cinta” audio, akan sangat menarik untuk melihat visi seorang Fariz
yang sempat dinyanyikan oleh Sang Ibunda di era 80-an. Lagu ini dari sisi visualnya. Hasil dari video klip garapan Fariz ini sudah
dirilis di bawah naungan Suara Disko. bisa disaksikan melalui kanal youtube Suara Disko. n
Kolaborasi ini bisa terjadi berawal dari sebuah unggahan
Diskoria di Instagram Story yang memutarkan piringan hitam
lagu dari Hediek’s Group, sebuah vocal group pop lawas yang
salah satu anggotanya adalah Hetty Koes Endang. Hal itulah
yang menjadi pemantik pembicaraan tentang musik lebih jauh
antara Diskoria dengan Afifah karena tidak banyak orang yang
mengetahui album tersebut.
Lagu “Pelangi Cinta” akhirnya dirasa menjadi lagu yang tepat
untuk di daur ulang oleh Diskoria dan Afifah Yusuf. “Pelangi
Cinta” diciptakan oleh A. Riyanto dan dipopulerkan pertama kali
oleh Jamal Mirdad pada tahun 1981. Setahun kemudian, barulah
lagu ini dibawakan kembali oleh Hetty Koes Endang.
“Selain Pelangi Cinta memiliki emotional touch untuk saya
karena pernah dinyanyikan oleh sosok yang sangat inspiratif
dalam hidup saya, secara melodi dan keseluruhan konsep lagu
ini sangat sesuai sebagai lagu perkenalan dari projek kolaborasi
bersama Diskoria. Ibarat permata, ini adalah permata yang
tersembunyi dan layak untuk kilaukan kembali," ungkap Afifah
Yusuf. Proses Produksi singel kali ini dilakukan oleh Diskoria
sendiri dengan dibantu oleh Imam Buana Luthfi dan Pandji
Dharma, dua musisi yang pernah tergabung dalam grup
elektronik, Animalism.
“Selama proses penggarapan, semua berjalan cukup natural.
Sebuah kejutan yang menyenangkan adalah ketika take vocal
lagu ini dihadiri oleh penyanyi aslinya langsung, Hetty Koes
Endang, dan bisa dibilang tidak ada tekanan untuk perbedaan
interpretasi akan lagu ini, yang akhirnya membuat kita jadi lebih
percaya diri. Satu hal yang menarik lagi, ada sedikit penyesuaian
lirik yang direkomendasikan oleh beliau karena lagu aslinya
dibuat berdasarkan sudut pandang pria, maka untuk versi yang
dinyanyikan wanita, kita ubah sedikit susunan liriknya agar
terdengar lebih feminin," ungkap Diskoria.
Diskoria dan Afifah Yusuf berharap karya kolaborasi terbaru
mereka ini bisa menjadi perbendaharaan karya pop disko yang
segar di industri musik Tanah Air. “Pelangi Cinta” bisa menjadi
bukti tongkat estafet musik pop terdahulu, yang masih dapat
dinikmati anak muda masa kini, dan tentunya sebagai lagu
| 93

