Page 90 - Binder WO 090 REVISI_opt
P. 90
TRAVEL
TREND
Dark
TOURISM
Naskah: Nur Asiah Foto: Istimewa
isata mengunjungi situs-situs yang memanfaatkan momen tersebut untuk menghasilkan
terkait dengan kematian, kejahatan, uang dengan menjual selebaran, atau dengan
atau subjek mengerikan lainnya menyediakan minuman bagi penonton. Bagi pemilik
W telah ada selama berabad-abad. Kita tempat tinggal dekat dengan lokasi eksekusi, dapat
pun kemudian mengenal istilah dark tourism atau jika meminta uang kepada penonton yang ingin melihat
diterjemahkan secara bebas menjadi wisata sejarah penggantungan dari jendela atau balkon mereka demi
kelam yang menarik minat banyak orang tersebut. Tak mendapatkan pemandangan terbaik.
sedikit yang mengunjungi situs atau tempat seperti Ketertarikan pada sisi gelap kehidupan adalah
itu, karena makna sejarahnya, atau ingin belajar dari bagian dari sifat manusia. Disadari ataupun tidak
pengalaman, meskipun tidak diragukan lagi ada yang kita sering kali mencarinya dalam cerita surat kabar,
lebih tertarik dengan kematian maupun rasa sakit. pameran, artefak museum, program televisi maupun
Pada zaman Romawi, ‘turis’ mengunjungi dari podcast yang belakangan menjadi sumber
Colosseum, menyaksikan para gladiator bertarung informasi populer. Peminatnya pun berasal dari
sampai mati. Pada zaman Georgia, kita bisa pergi beragam usia yang menyukai kunjungan ke situs-situs
ke lokasi pembunuhan dan melihat pembunuhnya dengan sejarah kelam di baliknya. Sebut saja Pulau
dihukum mati di dekatnya, hubungan antara individu Onrust yang menyisakan bekas bangunan karantina
dan lokasi eksekusinya dibuat eksplisit. Bahkan haji atau penjara bawah tanah di Museum Sejarah
pada zaman Victoria, orang berduyun-duyun untuk Jakarta yang menyimpan banyak misteri. Pemakaman
menonton hukuman gantung publik. Ada pula yang pun telah lama menjadi ‘atraksi’ turis dan tujuan
90 | | 91

