Page 57 - Binder WO 090 REVISI_opt
P. 57
ELLRICO P. SITUMORANG
MANAGING PARTNER AT PSHP LAW
SUKSES BERKAT
LEARNING BY DOING
Naskah: Suci Yulianita Foto: Sutanto
SAAT TEMAN-TEMAN SEBAYANYA MASIH
ASYIK BERMAIN, DIA SUDAH AKTIF BERGIAT
DI KANTOR LBH KAMPUSNYA.
erjalanan dan pengalaman hidup membawa Ellrico P. Situmorang jatuh
cinta pada dunia hukum. Padahal awalnya, dia sempat tidak percaya diri
untuk menjadi seorang lawyer. Namun, berbekal pengalaman menimba
P ilmu langsung dari para senior yang menjadi inspirasinya, dia lantas
jatuh cinta dan memantapkan hati menjadi seorang advokat. Bahkan kini, melalui
law firm yang dibangun sejak tahun 2015 lalu, dia menjadi salah satu lawyer yang
diperhitungkan di Tanah Air.
Sungguh menarik dan penuh cerita yang menginspirasi dari kisah perjalanan
karier pria yang akrab disapa Rico ini. Anak muda penuh semangat. Itulah sosok
yang menggambarkan Rico muda beberapa puluh tahun lalu. Belum lulus kuliah,
saat teman-teman sebayanya masih asyik bermain, dia sudah aktif bergiat di kantor
LBH kampusnya menuntut ilmu hukum, Universitas Katolik Parahyangan Bandung.
Setelah itu, dia kemudian mendapatkan kesempatan emas untuk magang
dan bekerja di law firm milik lawyer senior, Adnan Buyung Nasution. Mulai dari
situlah dia ditempa untuk terjun langsung menjadi seorang lawyer profesional dan
kariernya di dunia hukum terus berlanjut, dari satu law firm ke law firm lainnya,
seperti Assegaf Hamzah & Partners dan Hadiputranto Hadinoto & Partners.
BELAJAR DARI PENGALAMAN
Kasus demi kasus pun ditangani hingga kasus pelik sekalipun. Tak hanya kasus
litigasi yang kini menjadi spesialisasinya, namun kala itu Rico dipaksa untuk
harus bisa menangani kasus lainnya. Beberapa kasus yang paling berkesan dan
mungkin paling pelik baginya, antara lain saat menangani kasus Suyitno Landung
(Kabareskrim) pada tahun 2006-2007, tergabung dalam tim yang membela KPK
pada kasus Cicak vs Buaya, serta kasus Ahok pada tahun 2017 lalu.
“Saya langsung merasakan tekanan perkara yang demikian besarnya, termasuk
ekspos publik, dan saya banyak belajar dari kasus tersebut. Bagaimana me-manage
tekanan, bagaimana media bertindak, atau publik bersikap terhadap isu itu. Saya
bersyukur dulu sempat dikelilingi para senior yang menempa saya dan memberi
kesempatan luar biasa bisa belajar langsung menangani banyak kasus, tak hanya
| 57

