Page 81 - Binder WO 069
P. 81
dengan iringan bass dan alat musik tiup. Gaya makossa
sendiri berawal dan berkembang sejak tahun 1950-an.
Pada awal kemunculannya, jenis musik ini berasal dari
sejenis tari tradisional suku Duala. Nama tariannya pun
mirip, yakni biasa disebut kossa. Namun, musik makossa
bertransformasi dan mendapat pengaruh dari beberapa
jenis musik dari luar Kamerun, seperti jazz, ambasse bey,
musik Latin, highlife, dan rumba.
Sementara, untuk urusan berpakaian para
perempuan di sana biasa mengenakan busana dengan
motif besar dan meriah. Memiliki corak etnik bergaya
Afrika, seperti pohon kelapa dan binatang, masyarakat
setempat biasa menyebut pakaian ini dengan Kabba.
Ini merupakan gaun dengan panjang selutut atau
lebih dengan gaya mengembang. Di bagian leher
umumnya dibuat agak lebar. Memiliki cuaca yang
cenderung panas, gaun-gaun di sana terbuat dari kain
yang ringan. Itu sebabnya, pakaian mereka biasanya
akan mengembang sangat indah saat tertiup angin.
Kamerun sendiri mendapat julukan ‘Miniatur
Afrika’, karena hampir semua hal yang ada di Afrika
dapat dilihat hanya dengan mengunjungi negeri
dengan kekayaan alam luar biasa ini. Sebut saja
binatang-binatang liar dan pantai-pantai ciamik. Untuk
wisatawan yang hobi traveling di alam, gunung dan
hutan Kamerun siap memanjakan.
Jika berbicara tentang binatang liar khas Kamerun,
tidak lengkap rasanya tanpa menyebut monyet drill.
Hewan dengan nama ilmiah mandrillus leucophaeus
ini tidak merupakan salah satu satwa langka yang
dilindungi. Monyet drill merupakan satu dari sekian
banyak primata dengan jumlah populasi yang sangat
sedikit di alam liar. Tidak hanya itu, primata yang satu
ini terbilang cukup unik, karena memiliki pipi dengan
kulit fleksibel yang dapat membesar untuk menyimpan
makanan dalam jumlah banyak.
| 81

