Page 13 - Binder WO 069
P. 13
datang. Sedikit berbeda dari koleksi sebelumnya, Sementara pada show kedua memamerkan karya dari
musim ini banyak mengeksplorasi permainan motif Batik Chic, KAMI, dan Yosafat Dwi Kurniawan. Novita
yang dikembangkan sendiri. Salah satu motif yang Yunus dengan Batik Chic menampilkan kain batik
diangkat terinspirasi lukisan beraliran kubisme karya dengan teknik brush dikombinasikan dengan motif
pelukis asal Belanda, Piet Mondria. merak yang melambangkan kelembutan, kekuatan,
Selain itu, ETU juga menghadirkan permainan dan ketangguhan hati.
logomania dengan nuansa yang lebih playful KAMI yang mengambil tema Banda memadukan
dan berbeda dari motif yang pernah diluncurkan budaya Jawa dan Dayak, melalui motif kain khas dan
sebelumnya. Terakhir, motif lain yang cukup elemen pendukung lainnya dengan kesan modern
mendominasi keseluruhan koleksi adalah bunga dalam tiga belas look. “Koleksi ini menonjolkan
lili yang melambangkan sebuah harapan maupun beberapa motif batik ternama yang dibalut dengan
kehidupan baru. Jejeran warna modis yang ber-gender desain yang disederhanakan, diantaranya motif
neutral, seperti putih, biru muda, navy blue, kuning, Kawung dan Parang Klitik. Selain itu ada juga motif
dan sedikit warna hitam dipilih sebagai palet musim yang terinspirasi dari anyaman dari Suku Dayak,
panas 2021. Teknik quilting, rawis, pleats maupun Kalimantan. Kami menggabungkan kedua motif
tailoring yang tegas juga dipilih demi menjadikan tersebut menjadi satu koleksi,” ungkap Nadya Karina,
koleksi ini tampak apik dan atraktif. Sekelumit Creative Director dan salah satu founder KAMI.
permainan corak, teknik, dan pilihan palet versatile Yosafat menampilkan 21 set koleksi Spring Summer
tersebut kemudian diolah ke dalam rancangan yang 2020 yang bertajuk Tribe. Menarik inspirasi dari kultur
memadukan nuansa maskulin dan feminin yang dan busana berbagai suku di Afrika, Asia, dan Timur
menjadi ciri khas ETU. Tengah, diterjemahkan menjadi sebuah koleksi yang
Amanda Indah Lestari, creative director LEKAT, menonjolkan kekayaan budaya di dunia, namun tetap
menyajikan koleksi yang bernuansa kasual, nyaman, bernapas modern dan kontemporer. Detail-detail
dan penuh gaya, sehingga akan jadi pilihan yang koleksinya, seperti detail yang banyak digunakan oleh
sempurna dan penuh gaya selama masa pandemi. suku Dogon di Mali, detail beading yang kompleks
Ketiga desainer tersebut menyisipkan material ramah terinspirasi dari suku Hamar di Ethiopia, dan scarf
lingkungan, dan khas Indonesia, sehingga akan jadi maupun draperi yang banyak digunakan oleh suku
koleksi yang sangat dinantikan. Tuareg di Niger, Mali, dan Burkina Faso.
| 13

