Page 102 - Binder WO 069
P. 102
Cuisine &
Cookery
Fusion Food ala
Kotomono
Naskah: Nur Asiah Foto: Istimewa
Pekalongan yang berarti ‘seandainya’.
Muhamad Fadil Daffa Usamah, salah satu
founder-nya, mengatakan bahwa nama
itu muncul dari perbincangan bagaimana
seandainya mereka membangun usaha
kuliner. Masakan Jepang dipilih, karena
mereka ingin mengenalkan makanan
selain sushi. Untuk membedakan dengan
kompetitor, diciptakanlah fusion dengan
masakan kekinian.
Menu andalan yang dapat dinikmati
untuk makan di tempat, di antaranya
Chicken Karaage Tar-Tar. Paha ayam
goreng yang dibumbui dengan saus truffle
tartar ini dihidangkan dengan salad khas
Kotomono. Lalu ada Yakiniku Beef Kimchi,
yang merupakan perpaduan antara
masakan Jepang dengan Korea, Gyutan
Sambal Ijo, Hambagu Steak, dan Chicken
Soboro Udon Sambal Matah. Selain itu,
Kotomono juga menyediakan makanan
ringan, seperti Shrimp Tempura Mayo dan
osan dengan masakan di rumah atau dari Koto’s Edamame.
layanan pesan-antar? Nah, mungkin sudah Restoran yang buka dari pukul 10.00
saatnya mencoba menu baru, seperti yang pagi hingga pukul 22.00 ini didesain
Bditawarkan oleh Kotomono. Restoran dengan konsep khas anak muda.
yang terbilang cukup baru ini berlokasi di Griya Mengikuti aturan pemerintah Tangerang
Loka BSD, Tangerang Selatan. Sepintas dari namanya Selatan, jam operasional hanya sampai
mungkin Anda dapat menebak jenis makanan yang pukul 19.00, namun akan kembali normal
disajikan. Ya, restoran yang didirikan oleh enam anak setelah 8 Januari 2020. Didominasi warna
muda ini menyuguhkan makanan Jepang. Uniknya, biru dan merah, Anda tak akan mungkin
nama Kotomono sendiri bukanlah sebuah kata melewatkan restoran yang satu ini. Jadi,
dalam bahasa Jepang, melainkan dari bahasa Jawa tunggu apa lagi?
102 |

