Page 73 - Binder MO 200 Oktober 2020 OK
P. 73

ke konferensi UN ECAFE (United       Bambang Saptoadji, ahli teknik Sumadi,   merawat pesawatnya kendati kurang
                  Nations Economic Commission for      operator radio Suryatman, ko-pilot   pengetahuan dan pengalaman. Ia
                  Asia and the Far East) di Baguiyo    kedua Santoso dan wakil Bupati Banten,   memiliki disiplin tinggi dan tak pernah
                  Filipina pada 23 Desember 1947. ECAFE   Samaun Bakri turut direnggut maut.  mengeluh. Ia dapat tidur di mana pun
                  merupakan badan khusus PBB yang         Ketika itu, Bob diperintahkan     tanpa kasur ataupun bantal.
                  berpusat di Bangkok, Thailand, dengan   menjemput Semaun Bakri, kemudian     Ia bisa tidur di atas sayap pesawat
                  tujuan memperoleh pengakuan atas     mengangkut dua kotak berisi 20 kg    atau di lapangan terbang, sementara
                  kemerdekaan negara-negara di Asia dan   emas batangan dari tambang emas   kabin yang lebih hangat diberikan
                  Timur Jauh.                          Cikotok menuju Bukittinggi. Emas     kepada anak buahnya atau penumpang
                     Setelah itu, RI-002 kembai ke     tersebut akan digunakan untuk membeli   yang memerlukan. Ia suka makanan
                  Maguwo dan lepas landas lagi ke      pesawat terbang baru untuk Republik   Indonesia. Ia kerap minta oleh-oleh
                  Manila pada 29 Desember 1947 untuk   Indonesia. Diperkirakan Belanda dapat   makanan buntil kepada juru radio
                  mengirimkan sebuah peti mati         melacak posisi pesawat dan berhasil   Budiardjo (pernah menjabat Menteri
                  misterius, yang menjadi buah bibir di   menembak jatuh di sekitar Bukit   Penerangan pada era Sukarno menjadi
                  media massa Singapura.               Pungur, Kotabumi, Lampung Utara.     presiden) apabila pulang menengok
                     Ada yang mengatakan, peti mati       Namun, menurut keterangan dari    orangtuanya di Desa Tingal, Borobudur,
                  itu berisi barang selundupan, seperti   pihak Belanda, pesawat tempur B-25   Magelang. Bob mendapat bayaran uang
                  emas dan candu. Ada pula yang        Belanda telah menyergap RI-002 di atas   cukup besar untuk mengirimkan kargo
                  menduga peti itu berisi jenazah tokoh   Sumatera Selatan. RI-002 melakukan   dan penumpang. Namun, ia tersentuh
                  nasional. Namun ternyata, peti itu   manuver mengelak dengan terbang      oleh perjuangan berat rakyat Indonesia
                  berisi jenazah seorang perwira Filipina,   pada ketinggian pucuk-pucuk pohon,   merebut kemerdekaan.
                  Kapten Ignacio Espina, mantan pejuang   tetapi menabrak sebuah pohon         Dalam suratnya kepada orangtuanya,
                  gerilya melawan pendudukan Jepang    dan jatuh. Seorang pencari rotan     Bob menuliskan: “Belanda mengatakan
                  di Filipina selama Perang Dunia II, yang   menemukan bangkai pesawat tersebut   satu hal, tapi melakukan hal yang
                  menghadiahkan sebuah Tommy-gun       30 tahun kemudian, tepatnya pada 14   sama sekali berbeda. Mereka mencoba
                  (submachine Thompson) berpelat krom   April 1978 di Bukit Punggur, Lampung.   menaklukkan orang Indonesia. Namun,
                  untuk Sukarno. Karena pada saat itu,   Lalu, melaporkan penemuannya kepada   menurut Bob hal itu tak akan pernah
                  Angkatan Udara Republik Indonesia    Pemerintah Lampung Tengah.           bisa terjadi. Orang-orang Indonesia
                  (AURI) tidak memiliki pesawat angkut,   Semua kerangka jenazah            begitu kuat bersatu melawan Belanda
                  Kepala Staf Angkatan Udara Komodor   penumpang dan awak pesawat berhasil   dan ke manapun pergi, mereka terus
                  Udara Suryadarma memprakarsai        ditemukan, kecuali kerangka Bobby Earl   meneriakkan slogan mereka!"
                  pembelian pesawat angkut. Tak ada    Freeberg (Bob). Lima kerangka jenazah   Petit Muharto Kartodirdjo dan Bobby
                  cara lain selain menggalang dana.    tersebut kemudian dimakamkan di      Earl Freeberg memberikan kontribusi
                  Upaya ini langsung dipimpin Presiden   Taman Makam Pahlawan Tanjung       yang signifikan terhadap perjuangan
                  Sukarno. Bob kemudian menerbangkan   Karang pada 29 Juli 1978.            kemerdekaan Indonesia dan juga pendiri
                  Sukarno ke Sumatera selama sebulan.     Menurut, kalangan sesepuh         penerbangan militer di Indonesia.
                  Kunjungan dalam rangka mencari dana   AURI, mereka mengenal Bob sebagai   Mereka adalah laki-laki pemberani
                  ini merupakan kunjungan presiden     pribadi lembut yang tak pernah       dan idealis, yang rela berkorban demi
                  pertama ke luar Jawa.                memarahi awak-awak Indonesia yang    kejayaan Indonesia. n
                     Pada 16 Juni 1948, di Hotel
                  Kutaraja, Presiden Sukarno berhasil
                  membangkitkan patriotisme rakyat Aceh
                  yang menyumbangkan 20 kg emas.                     BIOGRAFI SINGKAT PENULIS
                  Dana dari rakyat Aceh digunakan untuk    _____________________________________________________________
                  membeli pesawat Dakota VR-HEC dari       Akbar Linggaprana, Marsekal Pertama (Pur)
                  India dan diberi registrasi RI-001.      ■ Wakil Kepala Pusat Sejarah TNI Tahun 2005 - 2012
                                                           ■ Jabatan terakhir dalam dinas kemiliteran yang
                     Tanggal 1 Oktober 1948 menjadi akhir
                  dari penerbangan Bob dengan RI-002. Ia    diemban adalah sebagai Perwira Tinggi Staf Ahli
                                                            Kepala Staf Angkatan Udara bidang lmu Pengetahuan
                  mengalami kecelakaan ketika Presiden
                                                            dan Teknologi dan diperbantukan sebagai Staf Khusus
                  Sukarno mengirimnya ke Palembang          Kepresidenan bidang Dokumentasi dan Publikasi,
                  membawa uang untuk membantu               Presiden RI ke-6. Usai pensiun dari dinas kemiliteran,
                  gerilya di Sumatera.                      Tahun 2015 kembali menekuni profesinya sebagai
                     Selain Bob, dalam pesawat itu ada      penulis, pengajar, dan pelukis.
                  lima orang lainnya, terdiri dari Ko-pilot



                                                                                                                            |  73
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78